Derby London panas tersaji di Emirates Stadium, Minggu (1/3/2026) malam WIB. Arsenal sukses menundukkan rival sekotanya, Chelsea, dengan skor 2-1 pada pekan ke-28 Premier League 2025/2026.
Dua gol tuan rumah lahir dari skema bola mati, masing-masing melalui William Saliba pada menit ke-21 dan Jurrien Timber menit ke-66. Sementara itu, Chelsea sempat menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Piero Hincapie di penghujung babak pertama.
Baca Juga : Daftar 7 Pemain Pilihan Nova Arianto untuk Dua Turnamen Besar
Kemenangan ini membuat Arsenal tetap memimpin klasemen dengan 64 poin dari 29 laga. Chelsea tertahan di posisi keenam dengan 45 poin dari 28 pertandingan.
Babak Pertama: Arsenal Efektif, Chelsea Bangkit di Ujung Waktu
Sejak peluit awal dibunyikan, Arsenal langsung mengambil alih kendali permainan. Intensitas tinggi dan pressing agresif membuat lini belakang Chelsea kesulitan mengembangkan permainan.
Peluang pertama hadir dari sepakan jarak jauh Martin Zubimendi yang masih melambung. Di sisi lain, Chelsea mencoba mengancam lewat bola mati. Pedro Neto mengirim tendangan bebas berbahaya, tetapi Mamadou Sarr gagal mengonversinya menjadi gol.
Baca Juga : Sesko Terbang 8.000 Km ke Dubai, Pahlawan Manchester United
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-21. Sepak pojok Bukayo Saka disambut sundulan Gabriel Magalhaes ke tengah kotak penalti. Saliba yang berdiri bebas langsung menyambar bola. Sempat membentur Sarr, si kulit bundar meluncur deras ke gawang Robert Sanchez. Emirates bergemuruh.
Arsenal terus menekan lewat pergerakan Saka dan Viktor Gyokeres. Namun, memasuki menit akhir babak pertama, Chelsea mulai berani keluar menyerang. Reece James aktif mengirim umpan silang berbahaya.
Petaka datang bagi tuan rumah di menit 45+2. Sepak pojok James mengenai kepala Hincapie dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Skor imbang 1-1 menutup babak pertama.
Babak Kedua: Momentum Berubah, Kartu Merah Jadi Titik Balik
Chelsea tampil lebih berani selepas jeda. Enzo Fernandez dan Joao Pedro silih berganti menguji David Raya, yang tampil solid di bawah mistar.
Tekanan bertubi-tubi The Blues sempat membuat Arsenal tertekan, terutama melalui skema sepak pojok. Namun, justru Arsenal yang kembali mencetak gol dari situasi identik.
Pada menit ke-66, Declan Rice mengirim sepak pojok terukur. Timber lolos dari kawalan dan menanduk bola dengan presisi ke sudut gawang. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan The Gunners.
Baca Juga : Rekap Lengkap Playoff Liga Champions
Situasi makin sulit bagi Chelsea ketika Pedro Neto menerima kartu kuning kedua pada menit ke-70 usai melanggar Gabriel Martinelli. Bermain dengan 10 pemain, intensitas Chelsea menurun drastis.
Arsenal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengontrol tempo. Eberechi Eze nyaris menambah gol, tetapi Sanchez masih sigap. Di masa injury time, gol Liam Delap dianulir karena offside.
Peluit panjang berbunyi, Arsenal memastikan tiga poin penting dalam perburuan gelar.
Statistik Arsenal vs Chelsea
- Tembakan: 12 – 9
- Tembakan Tepat Sasaran: 5 – 3
- Penguasaan Bola: 41% – 59%
- Operan: 277 – 420
- Akurasi Operan: 82% – 88%
- Pelanggaran: 11 – 14
- Kartu Kuning: 1 – 3
- Kartu Merah: 0 – 1
- Offside: 0 – 1
- Tendangan Sudut: 5 – 10
Secara statistik, Chelsea unggul dalam penguasaan bola dan jumlah operan. Namun Arsenal tampil lebih klinis dan efektif, khususnya dalam memanfaatkan bola mati.
Susunan Pemain
Arsenal (4-2-3-1):
David Raya; Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Zubimendi, Declan Rice; Bukayo Saka, Eberechi Eze, Leandro Trossard; Viktor Gyokeres.
Chelsea (4-2-3-1):
Robert Sanchez; Reece James, Mamadou Sarr, Trevoh Chalobah, Jorrel Hato; Moises Caicedo, Andrey Santos; Cole Palmer, Enzo Fernandez, Pedro Neto; Joao Pedro.
Analisis: Bola Mati Jadi Senjata Rahasia
Laga ini menegaskan satu hal: Arsenal tak hanya kuat dalam permainan terbuka, tetapi juga mematikan lewat bola mati. Dua gol dari skema sepak pojok menjadi bukti efektivitas tim asuhan Mikel Arteta dalam memaksimalkan detail kecil.
Baca Juga : Bukti Kedalaman Skuad dan Karakter Baja The Gunners
Chelsea tampil kompetitif dan sempat mendominasi penguasaan bola. Namun kartu merah dan kurangnya efektivitas di depan gawang membuat mereka pulang tanpa poin.
Di tengah persaingan ketat Premier League musim ini, kemenangan seperti ini bisa menjadi fondasi mental penting bagi Arsenal untuk terus bertahan di puncak hingga akhir musim.
