rajagawang.id – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, berhasil mengamankan tiket ke semifinal Singapore Open 2026 setelah mengalahkan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Jumat (29/5/2026).
Fajar/Fikri menang dengan skor 21-18, 10-21, 21-14 dan memastikan langkah mereka ke babak empat besar turnamen level Super 750 tersebut.
Rasa Syukur dan Motivasi untuk Laga Berikutnya
Usai pertandingan, Fikri mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil positif yang diraih bersama Fajar.
“Kami tentu sangat senang dan bersyukur bisa kembali melaju ke semifinal. Hasil ini membuat kami semakin termotivasi menghadapi pertandingan berikutnya. Kami harus lebih fokus dan memanfaatkan setiap peluang dengan lebih baik agar bisa meraih hasil yang lebih maksimal,” ujarnya dalam keterangan resmi PBSI.
Fikri juga mengakui bahwa dukungan penonton lebih banyak mengarah kepada pasangan Malaysia. Namun, situasi tersebut justru dijadikan tambahan motivasi untuk tampil lebih bersemangat di lapangan.
Gim Pertama: Dominasi Fajar/Fikri Berbuah Keunggulan
Sejak awal pertandingan, Fajar/Fikri tampil agresif dan mampu menekan lawan melalui variasi serangan silang yang tajam. Strategi tersebut membuat Goh/Izzuddin kesulitan mengembangkan permainan.
Meski sempat unggul 14-9, pasangan Indonesia mendapat tekanan setelah lawan memperkecil ketertinggalan menjadi 14-12. Beberapa kesalahan akibat permainan yang terburu-buru membuat pertandingan semakin ketat.
Pada fase krusial, terjadi reli panjang sebanyak 30 pukulan yang dimenangkan pasangan Malaysia. Namun, Fajar mampu merespons dengan backhand silang cepat di depan net yang membuat lawan terlambat menutup area permainan.
Kesalahan netting dari Goh Sze Fei akhirnya mengakhiri gim pertama dengan kemenangan Fajar/Fikri, 21-18.
Gim Kedua: Goh/Izzuddin Bangkit dan Memaksakan Rubber Game
Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri mengalami kesulitan sejak awal pertandingan. Mereka tertinggal jauh 1-5 dan kemudian 5-11 saat interval.
Permainan silang yang diterapkan pasangan Malaysia membuat rotasi Fajar/Fikri tidak berjalan optimal. Selain itu, beberapa kesalahan saat mengeksekusi bola tanggung membuat pasangan Indonesia kehilangan banyak poin.
Perbedaan angka yang cukup lebar membuat upaya mengejar ketertinggalan menjadi sulit. Gim kedua akhirnya dimenangkan Goh/Izzuddin dengan skor telak 21-10.
Gim Penentuan: Fajar/Fikri Tampil Lebih Tenang
Pada gim ketiga, pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Kedua pasangan saling kejar poin hingga Fajar/Fikri unggul tipis 9-8.
Pasangan Malaysia mulai mampu membaca pola permainan Indonesia, sehingga Fajar/Fikri harus bekerja lebih keras untuk mencari celah serangan. Menjelang interval, Fajar tampil solid di area depan dengan beberapa kali memotong bola lawan secara cepat dan efektif.
Keunggulan 11-8 saat interval menjadi momentum penting bagi wakil Merah Putih.
Konsistensi Jadi Kunci Kemenangan
Setelah berganti sisi lapangan, Fajar/Fikri tampil lebih disiplin dalam mengantisipasi serangan lawan. Mereka mampu menjaga kontrol permainan dan memperlebar jarak menjadi 13-8.
Dengan ritme serangan yang lebih teratur dan minim kesalahan, pasangan Indonesia terus menekan lawan. Beberapa unforced error dari Goh/Izzuddin turut membantu Fajar/Fikri menambah keunggulan.
Mereka konsisten memaksa lawan mengangkat bola dan melakukan kesalahan sendiri. Saat memasuki fase akhir pertandingan, Fajar/Fikri unggul nyaman 16-10 dan berada di jalur yang tepat untuk mengamankan kemenangan sekaligus tiket semifinal Singapore Open 2026.
