Sejumlah pemain Timnas Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan menit bermain reguler di klub masing-masing. Banyak dari mereka justru lebih sering menghuni bangku cadangan, sehingga kesempatan tampil menjadi terbatas dan perkembangan permainan pun ikut terhambat.
Kondisi ini semakin berat karena mayoritas pemain tersebut berkarier di Eropa, tempat persaingan memperebutkan posisi inti berlangsung sangat ketat. Mereka harus bekerja ekstra keras untuk meyakinkan pelatih klub agar mendapat kepercayaan tampil, sembari menjaga performa agar tetap siap ketika dipanggil membela Timnas Indonesia.
Beberapa pemain juga masih berusaha menemukan performa terbaik usai mengalami cedera. Setelah pulih, mereka belum dianggap cukup siap untuk langsung kembali menjadi andalan sehingga kerap memulai laga dari bangku cadangan.
Meski begitu, para penggawa Garuda diharapkan terus berjuang demi memperoleh jam terbang yang ideal. Menit bermain yang konsisten sangat penting agar mereka bisa tampil maksimal ketika dipanggil memperkuat Timnas Indonesia.
Mauro Zijlstra

Penyerang muda Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, menjadi salah satu pemain yang harus bekerja keras untuk mendapatkan menit bermain reguler. Bersama tim senior FC Volendam, ia lebih sering menghuni bangku cadangan.
Pada musim ini, Zijlstra belum pernah tampil di ajang Eredivisie 2025/2026. Kesempatan bermainnya justru lebih banyak datang di tim U-21, itupun hanya tiga pertandingan. Meski demikian, catatannya cukup impresif karena sukses mencetak tiga gol dari tiga laga tersebut.
Menjelang pemanggilan Timnas U-22 untuk SEA Games 2025, Zijlstra diperkirakan kembali kehilangan menit bermain di klub pada Desember mendatang.
Ole Romeny

Pemain lain yang masih kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di lini serang adalah Ole Romeny. Penyerang Oxford United tersebut baru saja pulih dari cedera panjang setelah mengalami tekel keras oleh pemain asing Arema FC pada Piala Presiden 2025.
Cedera tersebut membuatnya absen cukup lama, baik di klub maupun di Timnas Indonesia. Ole sempat tampil pada awal Oktober saat Oxford United menghadapi Stoke City. Namun, dalam empat pekan terakhir ia hanya bermain dua kali sebagai pemain pengganti, dengan total waktu bermain hanya 22 menit.
Ragnar Oratmangoen

Di sektor sayap, Ragnar Oratmangoen juga masih berjuang untuk mengamankan posisi inti di Liga Belgia bersama FCV Dender. Sepanjang musim ini, ia lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti.
Dari sembilan penampilan yang sudah ia bukukan di kasta tertinggi Liga Belgia, hanya satu laga yang ia jalani sejak menit pertama. Meski demikian, Ragnar baru saja menunjukkan performa impresif ketika membantu timnya mengalahkan Royal Antwerp pada pekan ke-15, di mana ia sukses mencetak satu gol.
Penampilan tersebut diharapkan menjadi titik balik bagi Ragnar untuk kembali merebut kepercayaan pelatih dan menjadi pemain andalan FCV Dender pada laga-laga berikutnya.












