rajagawang.id – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, dipastikan akan kembali satu tim dengan Jonatan Christie dalam ajang Thomas Cup 2026 yang akan digelar di Horsens, Denmark pada 24 April hingga 3 Mei.
Kebersamaan dua pemain andalan ini menjadi sorotan, mengingat Jonatan kini berstatus sebagai pemain independen setelah resmi keluar dari pelatnas PBSI pada Mei 2025, usai tampil di Sudirman Cup 2025.
Perjalanan Panjang Sejak Usia Muda di Tim Nasional
Kebersamaan Ginting dan Jonatan bukanlah hal baru. Keduanya sudah menjadi bagian penting dari tim bulu tangkis Indonesia sejak usia muda.
Pada tahun 2013, saat Jonatan Christie masih berusia 16 tahun, ia bersama Anthony Sinisuka Ginting dan Ihsan Maulana Mustofa menjadi tumpuan sektor tunggal putra Indonesia.
Saat itu, minimnya pemain senior membuat mereka langsung dipercaya tampil di turnamen besar seperti Thomas Cup dan Sudirman Cup. Sejak saat itu, Ginting dan Jonatan terus berkembang dan menjadi andalan utama Indonesia hingga bertahun-tahun.

Kontribusi Besar di Thomas Cup Hingga Raih Gelar Juara
Selama lebih dari satu dekade, Ginting dan Jonatan menjadi tulang punggung tim Indonesia di ajang Thomas Cup, khususnya dari 2013 hingga 2024.
Salah satu pencapaian terbesar mereka adalah saat membawa Indonesia meraih gelar juara pada Thomas Cup 2020. Keberhasilan tersebut menjadi momen bersejarah yang kembali mengukuhkan dominasi Indonesia di kancah bulu tangkis dunia.
Kehadiran Jonatan Jadi Suntikan Motivasi Tim
Menurut Anthony Sinisuka Ginting, kehadiran Jonatan dalam tim memberikan dampak positif, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Ya pasti menjadi nilai plus juga buat kami tim Thomas. Kehadiran Jonatan bisa memotivasi kita semua,” ujar Ginting saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (15/4/2026).
Ia juga menilai performa Jonatan sepanjang tahun ini cukup stabil, termasuk penampilannya di ajang Badminton Asia Championships (BAC) 2026.

Perpaduan Pemain Senior dan Muda di Skuad Indonesia
Selain Ginting dan Jonatan, sektor tunggal putra Indonesia juga diperkuat oleh pemain muda seperti Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah.
Kombinasi antara pemain senior dan junior ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam tim. Pengalaman pemain senior akan menjadi bekal penting bagi para pemain muda dalam menghadapi tekanan di turnamen besar.
Harapan Besar untuk Regenerasi dan Berbagi Pengalaman
Ginting berharap keberadaan Jonatan tidak hanya memperkuat tim secara teknis, tetapi juga memberikan dampak positif dalam hal pengalaman dan mental bertanding.
“Pengalaman dari Piala Thomas sebelumnya, semoga dengan adanya Jonatan bisa membantu. Sekarang banyak anggota tim yang usianya cukup berbeda jauh, jadi semoga bisa saling berbagi pengalaman,” ungkapnya.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda, Indonesia diharapkan mampu tampil kompetitif dan kembali bersaing memperebutkan gelar juara di Thomas Cup 2026.












