Bulu Tangkis

Ginting Tersingkir di Malaysia Masters 2026, Evaluasi Jadi Fokus Utama

×

Ginting Tersingkir di Malaysia Masters 2026, Evaluasi Jadi Fokus Utama

Share this article
Ginting Tersingkir di Malaysia Masters 2026, Evaluasi Jadi Fokus Utama
Ginting Tersingkir di Malaysia Masters 2026, Evaluasi Jadi Fokus Utama

rajagawang.id – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar ajang Malaysia Masters 2026. Dalam pertandingan yang berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, Ginting kalah dari wakil Prancis, Christo Popov, setelah melalui duel dua gim langsung.

Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu menyerah dengan skor 17-21 dan 14-21. Meski hasil tersebut mengecewakan, Ginting tetap bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera maupun masalah kebugaran.

Disiplin Permainan Menjadi Kendala

Ginting mengakui laga berlangsung sangat melelahkan sejak awal gim pertama. Kedua pemain sempat saling mengejar angka hingga interval, namun situasi berubah setelah jeda pertandingan.

Menurut Ginting, penurunan disiplin dalam menjaga pola permainan menjadi salah satu faktor utama kekalahannya. Ia mengaku kurang mampu mengantisipasi bola-bola pengembalian dari lawan setelah interval berlangsung.

“Di game pertama saya sudah mencoba dan poinnya juga tidak terlalu jauh, namun setelah interval saya kurang bisa disiplin menjaga cara main dan bola-bola dari lawan,” ujar Ginting, dikutip dari laman resmi PB Djarum.

Perubahan Strategi Tak Berjalan Maksimal

Memasuki gim kedua, situasi belum berubah untuk Ginting. Ia kembali tertinggal saat interval dan mencoba mengubah strategi permainan untuk mengejar ketertinggalan poin.

Namun, perubahan taktik tersebut mampu dibaca dengan baik oleh Christo Popov. Pebulu tangkis asal Prancis itu tampil tenang dan efektif dalam meredam serangan-serangan Ginting hingga akhirnya memastikan kemenangan.

Ginting juga memberikan pujian terhadap perkembangan permainan Popov yang dinilainya semakin matang dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Christo salah satu pemain yang ulet dan safe, tidak mudah untuk dapat satu poin dari beliau, jadi harus siap cape juga,” lanjut Ginting.

Fokus Evaluasi untuk Turnamen Berikutnya

Setelah tersingkir dari turnamen level BWF Super 500 tersebut, Ginting menegaskan dirinya tidak ingin terlalu lama larut dalam kekecewaan. Bersama tim pelatih, ia akan segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait variasi strategi dan pola permainan.

Menurutnya, pemain-pemain elite saat ini memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat di lapangan, sehingga diperlukan kesiapan taktik yang lebih matang untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *