rajagawang.id – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, kembali menunjukkan dominasinya atas Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Duet peringkat satu dunia asal Korea Selatan itu harus menelan kekalahan kedua secara beruntun dari Fajar/Fikri setelah kembali bertemu di partai final.
Setelah gagal mempertahankan gelar di Japan Open 2026, Kim/Seo kembali harus puas menjadi runner-up pada China Open 2026. Dalam dua turnamen bergengsi level Super 750 dan Super 1000 tersebut, pasangan Indonesia selalu tampil sebagai pemenang.
Sempat Unggul, Kim/Seo Kehilangan Kendali di Gim Penentuan
Pada final Japan Open 2026, Kim Won-ho/Seo Seung-jae kalah dalam dua gim langsung dengan skor 19-21, 17-21. Kesempatan membalas kekalahan terbuka ketika mereka kembali bertemu Fajar/Fikri di final China Open 2026.
Kim/Seo tampil impresif pada gim pertama dan mampu menekan permainan wakil Indonesia hingga berhasil merebut kemenangan 21-16. Namun, situasi berubah drastis pada gim kedua ketika performa mereka mulai menurun.
Fajar/Fikri memanfaatkan momentum dengan meningkatkan intensitas serangan dan tampil lebih percaya diri. Gim kedua dan ketiga akhirnya menjadi milik pasangan Indonesia dengan skor identik 21-19, membuat Kim/Seo harus menyerah 21-16, 19-21, 19-21.
Kesalahan di Poin Kritis Jadi Penentu Kekalahan
Selain penampilan solid Fajar/Fikri, kekalahan Kim/Seo juga dipengaruhi oleh sejumlah kesalahan sendiri, terutama dari Seo Seung-jae di poin-poin krusial.

Beberapa error yang dilakukan Seo, termasuk kegagalan saat melakukan sergapan pada poin terakhir, menjadi momen yang memastikan kemenangan Fajar/Fikri. Inkonsistensi yang muncul di akhir pertandingan membuat pasangan Korea Selatan gagal mempertahankan keunggulan.
Media Korea Selatan Kritik Penampilan Kim/Seo
Kekalahan beruntun tersebut mendapat perhatian luas dari media Korea Selatan. Salah satunya, Chosun, menilai hasil tersebut sangat disayangkan mengingat Kim/Seo saat ini berstatus sebagai pasangan nomor satu dunia.
Media tersebut menyoroti bahwa kegagalan meraih gelar membuat Kim/Seo belum mampu keluar dari tren performa yang kurang konsisten dalam beberapa turnamen terakhir. Sebelumnya, mereka juga gagal melampaui babak semifinal pada Singapore Open dan Indonesia Open 2026.
Chosun juga menilai pertandingan final berlangsung sengit hingga poin-poin akhir. Namun, serangkaian kesalahan sendiri, mulai dari kegagalan bertahan Kim Won-ho hingga kesalahan penerimaan bola Seo Seung-jae, menjadi penyebab utama kekalahan mereka.
Seo Seung-jae Tetap Sportif Usai Kekalahan
Meski kembali gagal mengalahkan Fajar/Fikri, Seo Seung-jae tetap menunjukkan sikap sportif. Melalui media sosialnya, ia memberikan ucapan selamat kepada pasangan Indonesia atas keberhasilan mereka menjuarai China Open 2026.
Seo mengakui dua pertemuan dalam dua pekan terakhir memberikan banyak pelajaran bagi dirinya dan Kim Won-ho. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan agar bisa tampil lebih baik pada turnamen berikutnya.
Dengan hasil ini, rekor pertemuan antara Kim Won-ho/Seo Seung-jae dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kini menjadi imbang 3-3, menandakan rivalitas kedua pasangan semakin menarik untuk disaksikan pada turnamen-turnamen selanjutnya.












