rajagawang.id – Demi mengejar mimpinya menjadi atlet profesional, Loh Kean Yew mengambil langkah berani dengan memutuskan berhenti dari Politeknik Republik. Keputusan ini bukan hal mudah, namun ia yakin bahwa fokus penuh adalah kunci untuk mencapai level tertinggi dalam kariernya.
Sebagai warga negara Singapura sejak tahun 2015, Loh juga memiliki kewajiban untuk menjalani dinas nasional sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara. Tantangan ini justru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan mentalnya sebagai atlet.
Kedisiplinan Militer yang Membentuk Mental Baja
Pada periode 2016 hingga 2018, Loh Kean Yew menjalani Wajib Militer (NS) di Angkatan Bersenjata Singapura. Di tengah kesibukannya sebagai operator transportasi, ia tetap konsisten berlatih bulu tangkis tanpa kompromi.

Ia bergabung dengan Asosiasi Olahraga Angkatan Bersenjata Singapura (SAFSA) agar tetap bisa mengasah kemampuannya. Dedikasinya dalam menjalankan tugas negara sekaligus menjaga performa olahraga menjadi bukti komitmen luar biasa.
Kerja kerasnya membuahkan hasil ketika ia dinobatkan sebagai olahragawan terbaik SAFSA pada tahun 2018. Disiplin militer membentuk pola latihan yang sangat intens, dengan total mencapai 30 jam per minggu, meliputi latihan di lapangan, gym, hingga kardio.
Lonjakan Prestasi dan Momen Bersejarah
Nama Loh mulai dikenal luas setelah ia mengalahkan legenda bulu tangkis China, Lin Dan, di final Thailand Masters 2019. Kemenangan ini menjadi titik awal kebangkitannya di level internasional.
Puncak kariernya terjadi pada tahun 2021, ketika ia mencetak sejarah sebagai pemain Singapura pertama yang meraih gelar Juara Dunia. Ia berhasil mengalahkan Srikanth Kidambi dari India di partai final, sebuah pencapaian yang mengukuhkan namanya di kancah global.
Bangkit dari Masa Sulit dan Kembali ke Puncak
Setelah kesuksesan besar tersebut, Loh sempat mengalami penurunan performa dan periode tanpa gelar. Namun, semangatnya tidak padam. Ia terus berlatih dan memperbaiki performa hingga akhirnya kembali bangkit.

Momentum kebangkitannya terjadi saat ia menjuarai Madrid Spain Masters 2024. Memasuki tahun 2025, performanya semakin stabil dengan meraih gelar di Taipei Open setelah mengalahkan Chou Tien-chen.
Konsistensi di Level Dunia Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, Loh Kean Yew tetap menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan. Dengan peringkat dunia yang stabil di posisi 11, ia terus menunjukkan performa kompetitif di berbagai turnamen besar.
Prestasi terbarunya termasuk mencapai babak semifinal di India Open dan Indonesia Masters 2026, menegaskan bahwa dirinya masih menjadi ancaman serius bagi para pemain top dunia.












