rajagawang.id – Indonesia sudah cukup lama tidak merasakan manisnya gelar juara di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Namun, harapan untuk menghadirkan laga final sesama wakil Merah Putih masih tetap ada, meski peluangnya sangat kecil.
Hasil undian Kejuaraan Dunia 2026 yang digelar pada Rabu (5/8/2026) menempatkan 11 wakil Indonesia di jalur masing-masing. Dari lima sektor yang dipertandingkan, sektor tunggal putra menjadi satu-satunya yang membuka peluang terciptanya All Indonesian Final.
Jonatan Christie dan Alwi Farhan berada di bagan berbeda sehingga mereka hanya mungkin bertemu jika sama-sama berhasil menembus partai puncak.
Jalan Alwi Langsung Diuji Sang Juara Bertahan
Meski berada di jalur yang berbeda dari Jonatan, perjalanan Alwi Farhan tidak bisa dibilang mudah.
Jika berhasil melewati dua pertandingan awal, Alwi berpotensi langsung menghadapi unggulan pertama sekaligus juara bertahan asal China, Shi Yu Qi, pada babak 16 besar.
Tantangan itu menjadi ujian besar bagi pemain muda Indonesia yang tampil tanpa status sebagai unggulan papan atas.
Jonatan Dihantui Dua Lawan yang Sulit Ditaklukkan
Sementara itu, Jonatan Christie sebagai unggulan ketiga baru berpotensi bertemu pemain dengan ranking lebih tinggi pada semifinal.
Namun, ancaman justru datang lebih awal.
Di babak 16 besar, Jonatan berpeluang menghadapi Lin Chun-Yi dari Taiwan yang kini berstatus juara All England. Rekor pertemuan menjadi alarm serius karena Lin selalu mengalahkan Jonatan dalam tiga laga terakhir, semuanya lewat straight game.
Jika mampu melewati rintangan tersebut, tantangan berikutnya kemungkinan datang dari Victor Lai asal Kanada pada babak perempat final.
Sepanjang tahun ini, Jonatan dua kali takluk dari Lai, yakni pada final Indonesia Open dan perempat final China Open. Kedua kekalahan juga terjadi dalam dua gim langsung.
Lebih dari itu, perempat final selama ini menjadi batas perjalanan terbaik Jonatan di Kejuaraan Dunia. Ia belum pernah melangkah lebih jauh sejak tampil di ajang tersebut.
Semifinal Berpotensi Bertemu Kunlavut
Apabila berhasil melewati perempat final, Jonatan diprediksi akan menghadapi unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn.
Selain Kunlavut, dua pemain Prancis, Christo Popov dan Alex Lanier, juga menjadi ancaman serius di jalur menuju final.
Dalam empat pertemuan terakhir sejak Kejuaraan Dunia tahun lalu, Kunlavut selalu mampu mengalahkan Jonatan sehingga rekor tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pebulu tangkis Indonesia itu.
Alwi Punya Modal Positif Lawan Para Unggulan
Berbeda dengan Jonatan, Alwi justru memiliki catatan pertemuan yang cukup menjanjikan menghadapi calon lawan beratnya.
Ia sukses memenangi pertemuan terakhir melawan Shi Yu Qi dan Chou Tien Chen. Sementara menghadapi Anders Antonsen, Alwi memiliki rekor seimbang dengan satu kemenangan dan satu kekalahan yang sama-sama berlangsung tiga gim.
Kepercayaan diri pun ditunjukkan Alwi menjelang turnamen bergengsi tersebut.
“Saya di sini bukan menjadi unggulan pada Kejuaraan Dunia, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau saya bisa melaju jauh,” ujar Alwi.
Ia menegaskan telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi Kejuaraan Dunia 2026.
“Pastinya saya sangat mempersiapkan diri untuk bisa tampil terbaik karena Kejuaraan Dunia sangat bergengsi. Beberapa bulan ini saya akan menghadapi turnamen besar.”
“Jadi, saya akan sangat berusaha dalam persiapan dan bagaimana hasilnya nanti, saya tidak mau menyesali karena ketika di latihan saya sudah mengerahkan semua kemampuan.”
Peta Lawan Jonatan dan Alwi
Alwi Farhan (Unggulan 11)
- 64 Besar: Yoo Tae-bin (Korea Selatan)
- 32 Besar: Le Duc Phat (Vietnam)
- 16 Besar: Shi Yu Qi (China/1)
- Perempat Final: Chou Tien Chen (Taiwan/8)
- Semifinal: Anders Antonsen (Denmark/4)
- Final: Kunlavut Vitidsarn (Thailand/2)
Jonatan Christie (Unggulan 3)
- 64 Besar: Matthias Kicklitz (Jerman)
- 32 Besar: Jia Heng Jason Teh (Singapura)
- 16 Besar: Lin Chun-Yi (Taiwan/12)
- Perempat Final: Victor Lai (Kanada/7)
- Semifinal: Kunlavut Vitidsarn (Thailand/2)
- Final: Shi Yu Qi (China/1)
Menanti Keajaiban All Indonesian Final
Final sesama wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia merupakan momen yang sangat langka.
Terakhir kali hal itu terjadi adalah pada edisi 1993 ketika Joko Suprianto berhadapan dengan Hermawan Susanto di partai puncak.
Kini, setelah lebih dari tiga dekade berlalu, harapan itu kembali muncul melalui Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Meski jalannya dipenuhi lawan-lawan tangguh, peluang tersebut tetap terbuka selama keduanya mampu menembus setiap rintangan di bagan masing-masing.
Perjuangan seluruh wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026 akan berlangsung pada 17–23 Agustus 2026 di New Delhi, India.
