rajagawang.id – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menggelar Rapat Pleno Pengurus Pusat pada Senin, 25 Mei 2025, di Jakarta. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, dan dibuka oleh Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja.
Fokus pada Penguatan Tata Kelola Organisasi
Rapat pleno menjadi ajang konsolidasi internal untuk membahas sejumlah agenda strategis organisasi. Salah satu fokus utama adalah penguatan tata kelola serta memastikan keberlanjutan program pembinaan bulu tangkis nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Organisasi dan Kelembagaan, M Satria Islami, memaparkan sosialisasi revisi AD/ART organisasi beserta langkah tindak lanjut yang akan dijalankan ke depan.
Selain itu, rapat juga membahas penetapan pergantian antar waktu pengurus PP PBSI hingga kelanjutan dukungan pendanaan kegiatan pembinaan di berbagai daerah.
Turnamen Luar Jawa Jadi Prioritas Pemerataan Pembinaan
PP PBSI turut menyoroti rencana penyelenggaraan turnamen di luar Pulau Jawa sebagai bagian dari upaya pemerataan pembinaan dan pengembangan olahraga bulu tangkis di Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi atlet-atlet daerah untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman bertanding di level kompetitif.
Persiapan Kejuaraan Asia Junior 2026
Pada sektor pembinaan prestasi, rapat pleno juga membahas kesiapan Indonesia menghadapi Kejuaraan Asia Junior 2026.
Setelah tiga kali berturut-turut menjadi tuan rumah pada periode 2023 hingga 2025, Indonesia kini akan bertanding di Jepang untuk edisi 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 26 Juni hingga 5 Agustus 2026 di Yatsushiro, Jepang.
Paparan mengenai kesiapan atlet, program pendukung, serta target prestasi disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI, Eng Hian.
Komitmen Menjaga Prestasi Bulutangkis Indonesia
Selain agenda utama, rapat pleno juga menjadi ruang diskusi bagi masing-masing bidang untuk menyampaikan berbagai perhatian dan evaluasi program kerja.
Di akhir rapat, Fadil Imran menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi, memperkuat sinergi antarbidang, serta membangun komitmen bersama demi mempertahankan prestasi bulu tangkis Indonesia.
Melalui rapat pleno ini, PBSI berharap seluruh program organisasi dan pembinaan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan dampak positif bagi perkembangan bulutangkis nasional di seluruh daerah.
