Atmosfer panas sudah terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Arsenal bersiap menatap derby London utara dengan tekanan yang tak bisa dihindari. Hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers akhir pekan lalu menjadi noda kecil yang memantik sorotan tajam terhadap konsistensi tim asuhan Mikel Arteta.
Baca Juga : Kapten Arsenal Terancam Hengkang?
Meski masih berdiri kokoh di puncak klasemen Premier League, kegagalan memperlebar jarak membuat persaingan semakin terbuka. Lawatan ke markas Tottenham Hotspur pun hadir sebagai ujian karakter yang sesungguhnya.
Di tengah situasi tersebut, pesan lama dari Bukayo Saka kembali menggema di ruang ganti The Gunners.
Pesan Tegas Saka: Derby Tak Boleh Berakhir Kekalahan

Declan Rice mengungkap bahwa sejak hari pertamanya mengenakan seragam Arsenal, ia sudah diperingatkan tentang arti penting derby London utara. Pesan itu datang langsung dari Bukayo Saka — sosok yang tumbuh dari akademi dan memahami denyut rivalitas ini lebih dari siapa pun.
Menurut Rice, Saka tidak berbicara panjang lebar. Pesannya sederhana, tetapi sarat makna: Arsenal tidak boleh kalah dari Spurs.
Baca Juga : Joe Cole Ungkap ‘Steeliness’ Michael Carrick
Bagi para suporter, staf, dan pemain, laga ini bukan sekadar tiga poin. Ini soal harga diri, supremasi kota, dan tradisi panjang yang selalu menyulut emosi. Derby London utara bukan pertandingan biasa dalam kalender musim — ini adalah pertandingan yang menentukan suasana satu kota.
Evaluasi Usai Ditahan Wolves

Sebelum fokus sepenuhnya ke Tottenham, Arsenal harus menelan kenyataan pahit saat gagal mempertahankan keunggulan dua gol kontra Wolverhampton Wanderers. Sempat memimpin lewat gol Bukayo Saka dan Piero Hincapie, The Gunners justru kehilangan kendali setelah Hugo Bueno dan Tom Edozie menyamakan skor.
Hasil itu membuat jarak dengan Manchester City hanya terpaut lima poin, dengan sang juara bertahan memiliki satu laga lebih sedikit. Kritik pun bermunculan, mempertanyakan ketahanan mental Arsenal saat berada dalam tekanan.
Baca Juga : Bojan Hodak Soroti Kepemimpinan Majed Al-Shamrani
Namun Rice melihat derby sebagai panggung sempurna untuk menjawab semua keraguan.
Menurutnya, tidak ada momentum yang lebih tepat selain menghadapi rival sekota dalam laga berintensitas tinggi. Derby ini bisa menjadi pembuktian bahwa Arsenal memiliki mental juara yang sesungguhnya.
Mentalitas Jadi Kunci di Fase Penentuan Musim

Rice menegaskan bahwa perjalanan musim masih panjang. Arsenal, katanya, tidak boleh larut dalam kebisingan opini publik atau tekanan eksternal.
Ia menilai tim telah menunjukkan mentalitas luar biasa sepanjang musim untuk tetap berada di posisi teratas. Konsistensi, determinasi, dan kekompakan menjadi fondasi yang membawa mereka sampai ke titik ini.
Baca Juga : Kandidat Pengganti Thomas Frank di Tottenham
Derby melawan Tottenham menjadi ujian berikutnya, tetapi bukan akhir dari segalanya. Setelah laga panas tersebut, Arsenal masih harus menghadapi Chelsea dan Brighton dalam jadwal yang tak kalah menantang. Belum lagi kiprah di Piala FA dan partai final Carabao Cup yang menanti.
Dalam konteks perebutan gelar, setiap pertandingan kini terasa seperti final. Namun bagi Arsenal, duel kontra Spurs memiliki nilai emosional yang berbeda.
Pesan Saka sederhana: jangan kalah.
Dan di tengah perburuan gelar, mungkin itulah pengingat paling penting bagi The Gunners.












