rajagawang.id – Pertemuan antara Indonesia dan Thailand pada ajang Thomas Cup 2026 diselimuti rasa pesimistis dari media Negeri Gajah Putih.
Kejuaraan dunia bulu tangkis beregu ini akan berlangsung di Horsens, Denmark, mulai 24 April hingga 3 Mei 2026. Salah satu laga yang paling dinanti adalah duel Indonesia vs Thailand pada 26 April 2026 di fase grup D.
Rekor Pertemuan Bikin Thailand Minder
Media Thailand, Badminton Thai Today, bahkan sudah menunjukkan kekhawatiran sejak awal.
Mereka menyoroti potensi kekalahan pemain tunggal Thailand jika melihat rekor pertemuan melawan wakil Indonesia.
Sebagai contoh, Alwi Farhan sukses mengalahkan Panitchapon Teeraratsakul di final Indonesia Masters 2026 dengan skor telak 21-5, 21-6.
Tak lama kemudian, Moh Zaki Ubaidillah juga menaklukkan lawan yang sama di final Thailand Masters 2026 melalui pertandingan ketat 21-19, 20-22, 21-19.
Hasil ini mempertegas dominasi pemain muda Indonesia atas Thailand.

Kedalaman Skuad Indonesia Jadi Ancaman Nyata
Indonesia datang dengan status lebih diunggulkan. Hal ini tak lepas dari kedalaman skuad yang merata, baik di sektor tunggal maupun ganda putra.
Di sektor tunggal, Indonesia memiliki kombinasi pemain senior dan bintang muda yang tengah naik daun. Nama-nama seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting menjadi tulang punggung, didukung oleh generasi muda seperti Alwi Farhan serta Moh Zaki Ubaidillah.
Sementara itu, Thailand memang memiliki andalan utama, yakni Kunlavut Vitidsarn yang kini menempati peringkat satu dunia. Namun, kekuatan pelapis di bawahnya dinilai belum cukup kompetitif.
Sektor Ganda Putra: Indonesia Unggul Jauh
Kesenjangan kekuatan semakin terlihat di sektor ganda putra.
Indonesia memiliki deretan pasangan elite seperti Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri serta Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Belum lagi pasangan muda potensial Raymond Indra / Nikolaus Joaquin yang sudah menembus peringkat 15 besar dunia dan meraih gelar World Tour.
Di sisi lain, Thailand justru mengalami kendala. Pasangan Kittinupong Kedren / Dechapol Puavaranukroh belum tampil bersama sejak Oktober, ditambah kondisi cedera yang masih membayangi.
Sementara pasangan utama yang tersedia, Chaloempon Charoenkitamorn / Worrapol Thongsa-Nga, masih berada di luar jajaran elite dunia.
Laga Krusial yang Sudah Dipenuhi Tekanan
Dengan komposisi tersebut, tak heran jika media Thailand mulai pesimistis menghadapi Indonesia.
Laga ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Thailand, sementara Indonesia berpeluang besar mengamankan kemenangan penting di fase grup.
Jika tidak ada kejutan besar, Merah Putih diperkirakan mampu menunjukkan dominasinya dan melangkah mulus ke babak berikutnya.












