Bulu Tangkis

Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Bintang Masa Depan

Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Bintang Masa Depan
Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Bintang Masa Depan

rajagawang.idPB Jaya Raya Jakarta kembali menggelar Jaya Raya Junior International Grand Prix (JRJIGP) 2026. Turnamen berlangsung pada 7–12 Juli 2026 di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.

JRJIGP menjadi salah satu kejuaraan bulu tangkis junior internasional paling bergengsi di Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, ajang ini berperan dalam melahirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing di level dunia.

Ketua Harian PB Jaya Raya sekaligus Ketua Panitia Pelaksana JRJIGP 2026, Rosiana Tendean, mengatakan turnamen ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PB Jaya Raya. Tujuannya adalah mendukung regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia.

Menurut Rosiana, ajang ini juga memberi kesempatan kepada pebulu tangkis Indonesia untuk merasakan atmosfer pertandingan internasional. Mereka pun dapat mengumpulkan poin peringkat dunia tanpa harus bertanding di luar negeri.

Jaya Raya Junior International Grand Prix merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung regenerasi bulu tangkis Indonesia. Turnamen ini memberi kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding internasional, mengukur kemampuan mereka melawan pemain dari berbagai negara, sekaligus membangun mental juara sejak usia dini,” ujar Rosiana dalam siaran pers PB Jaya Raya, Selasa (7/7).

Diikuti 981 Atlet dari 17 Negara

JRJIGP 2026 diikuti 981 peserta dari 17 negara, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah.

Turnamen mempertandingkan tiga kelompok usia. Kategorinya meliputi U-15 (pemula), U-17 (remaja), dan U-19 (taruna).

Sebanyak 14 gelar diperebutkan pada nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, serta ganda campuran. Nomor ganda campuran hanya dimainkan pada kategori U-17 dan U-19.

Rosiana berharap JRJIGP terus menjadi ajang strategis untuk mengasah kemampuan atlet muda. Ia juga ingin turnamen ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pembinaan bulu tangkis dunia.

“Kami berharap ajang ini dapat terus menjadi tempat lahirnya calon-calon pemain dunia. Banyak atlet yang pernah bertanding di sini kemudian berkembang menjadi pemain nasional dan berprestasi di level internasional,” katanya.

Revie Israel Lumoindong Raih Kemenangan Telak

Pada pertandingan hari pertama, Selasa (7/7), Revie Israel Lumoindong tampil impresif di nomor tunggal putra U-15. Wakil PB Jaya Raya itu mengalahkan pebulu tangkis Singapura, Jun Yang Ong, dengan skor 21-5, 21-5 dalam waktu 21 menit.

Revie mengaku masih beradaptasi dengan kondisi lapangan. Meski begitu, ia mampu mengurangi kesalahan sendiri sepanjang pertandingan.

“Saya masih beradaptasi dengan lapangan, tapi lumayan bisa mengurangi kesalahan sendiri. Lawan cukup bagus, tapi saya coba menekan lebih awal. Targetnya bisa main bagus saja sebab banyak pemain yang lebih bagus lagi,” ujarnya.

Zamraliani Singkirkan Unggulan Ketiga

Kejutan hadir di nomor tunggal putri U-17. Pemain tuan rumah, Zamraliani Arifianto, berhasil mengalahkan unggulan ketiga asal Ukraina, Yelyzaveta Gusarenko.

Zamraliani menang dua gim langsung dengan skor 21-9 dan 21-10. Pertandingan berlangsung selama 26 menit.

Ia mengaku sempat gugup saat menghadapi pemain asing. Namun, ia mampu bermain lebih sabar dan meminimalkan kesalahan sendiri.

“Tadi saya sempat tegang karena lawan pemain asing. Tapi saya coba bermain lebih sabar, minimal tidak membuat kesalahan,” ujar Zamraliani.

Kemenangan tersebut meningkatkan rasa percaya dirinya. Ia pun memasang target menembus babak final.

“Target saya menembus final di tahun ini,” tambahnya.

Alvin Jefferson Kusuma Akui Masih Banyak Melakukan Kesalahan

Di nomor tunggal putra U-17, Alvin Jefferson Kusuma juga melaju ke babak berikutnya. Unggulan kedua asal PB Jaya Raya itu mengalahkan Muhamad Qaliff dari Malaysia dengan skor 21-11, 21-12.

Meski menang, Alvin menilai penampilannya belum maksimal. Ia mengaku masih terlalu sering melakukan kesalahan sendiri dan sempat mendapat tekanan dari lawannya.

“Lawan bermain bagus dan saya bermain kurang maksimal, banyak melakukan kesalahan,” ungkap Alvin.

Exit mobile version