Bulu Tangkis

Alwi Farhan Bidik Gelar Perdana Super 750 di Japan Open 2026, Senang Ubed Ikut Perkuat Indonesia

×

Alwi Farhan Bidik Gelar Perdana Super 750 di Japan Open 2026, Senang Ubed Ikut Perkuat Indonesia

Share this article
Alwi Farhan Bidik Gelar Perdana Super 750 di Japan Open 2026, Senang Ubed Ikut Perkuat Indonesia
Alwi Farhan Bidik Gelar Perdana Super 750 di Japan Open 2026, Senang Ubed Ikut Perkuat Indonesia

rajagawang.idPebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, menyambut positif keikutsertaan Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed di Japan Open 2026. Menurutnya, kehadiran Ubed membuat sektor tunggal putra Pelatnas Cipayung tidak lagi hanya bergantung pada dirinya.

Japan Open 2026 berstatus turnamen Super 750 dan akan berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, pada 14–19 Juli. Selain Alwi dan Ubed, Jonatan Christie juga menjadi wakil Indonesia di sektor tunggal putra.

Persiapan Menuju Japan Open Berjalan Positif

Persiapan Alwi menuju Japan Open dinilai berjalan sesuai rencana meski sempat mengalami gangguan kesehatan sepulang dari Australia.

“Persiapan Japan Open, Alhamdulillah cukup baik. Memang ada beberapa kondisi dari Australia yang sempat sakit, mungkin karena kelelahan. Tapi progresnya cukup baik dan saya rasa siap menghadapi Japan Open,” ujar Alwi saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Tantang Kenta Nishimoto di Laga Perdana

Pada babak pertama, Alwi dijadwalkan menghadapi wakil Jepang, Kenta Nishimoto. Pengalaman bertemu lawan yang sama pada musim lalu menjadi modal penting bagi pebulu tangkis berusia 21 tahun tersebut.

“Lawan Kenta karena dia pemain senior. Saya pernah bertemu beberapa kali tahun lalu. Saya rasa Alwi yang sekarang berbeda dari tahun lalu. Saya akan mempersiapkan diri dan memberikan performa terbaik,” katanya.

Fokus Wujudkan Gelar Super 750 Pertama

Gelar Super 750 perdana menjadi salah satu target yang ingin diwujudkan Alwi musim ini. Meski demikian, ia memilih untuk tetap fokus menjalani pertandingan satu per satu.

“Target pastinya saya belum pernah mendapat titel turnamen Super 750, jadi saya sangat berambisi merebut gelar itu. Tetapi setiap babaknya memiliki tantangan sendiri, jadi saya harus fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.”

Bertambahnya pengalaman menghadapi berbagai lawan juga membuat kepercayaan diri dan mental bertandingnya semakin meningkat.

“Saya merasa sudah mendapatkan banyak pengalaman menghadapi berbagai tipe lawan. Dari segi ketenangan dan mental bertanding juga semakin baik. Yang pasti saya akan fokus dan tampil habis-habisan.”

Kini Lebih Percaya Diri Menghadapi Pemain Senior

Perubahan terbesar yang dirasakan Alwi adalah cara pandangnya saat menghadapi pemain-pemain senior dunia. Rasa hormat tetap dijaga, tetapi tidak lagi membuatnya minder ketika berada di lapangan.

“Kami tidak boleh terlalu melihat pemain senior sebagai idola ketika sudah berada di lapangan. Mereka adalah lawan yang harus saya hadapi.”

“Bukan berarti tidak menghormati mereka, tetapi saya juga harus menempatkan diri bahwa saya mampu melawan mereka. Semua pemain memiliki keinginan menang yang sama.”

Pandangan tersebut mulai terbentuk setelah dirinya menghadapi Anders Antonsen pada ajang Piala Sudirman. Saat itu, Jonatan Christie memberikan motivasi agar dirinya tidak takut menghadapi siapa pun.

Koh Jonatan bilang tidak usah takut, tidak usah sungkan. Semua punya keinginan menang yang sama. Ketika sudah di lapangan, tidak ada rasa malu atau tidak enak.”

Kehadiran Ubed Jadi Tambahan Motivasi

Keberhasilan Ubed lolos ke Japan Open 2026 turut membuat Alwi merasa senang. Baginya, kesempatan tampil di level elite akan menjadi pengalaman penting bagi juniornya tersebut.

“Melihat Ubed bisa bergabung di Japan Open tentu saya senang. Apalagi dia sekarang sudah bisa tampil di turnamen level elite.”

Harapan besar juga disampaikan Alwi kepada seluruh wakil Indonesia agar mampu mengembalikan prestasi bulu tangkis nasional.

“Saya berharap Koh Jonatan dan semua atlet Indonesia bisa memperbaiki prestasi bulu tangkis Indonesia yang belakangan ini banyak mendapat tekanan dan diremehkan. Kami sebagai atlet menyadari hal itu.”

“Kami harus siap menerima tanggung jawab tersebut dan berjuang mati-matian untuk mengembalikan martabat bulu tangkis Indonesia.”

Ubed Bantu Alwi Cari Partner Sparring

Selain menambah kekuatan Indonesia di turnamen, kehadiran Ubed juga memberikan keuntungan saat menjalani latihan di Jepang. Jadwal pertandingan yang berbeda membuat Alwi membutuhkan rekan sparring tambahan.

“Pastinya sangat membantu. Pemain di bagan atas bermain Selasa, sedangkan bagan bawah Rabu. Selama itu sebelumnya hanya ada Koh Indra sebagai lawan latihan dan tentu terbatas.”

“Dengan hadirnya Ubed, saya punya teman sparring tambahan. Memang ada Koh Jonatan, tetapi beliau profesional sehingga kebutuhan latihannya berbeda dengan saya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *