rajagawang.id – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, berhasil mencatatkan peringkat tertinggi dalam kariernya setelah menjuarai Australian Open 2026. Gelar tersebut mengantarkannya menembus peringkat ke-10 dunia untuk pertama kalinya.
Pencapaian itu terasa semakin istimewa karena datang setelah periode yang cukup sulit. Sebelumnya, tim Indonesia gagal melaju dari fase grup Thomas Cup 2026 usai kalah 1-4 dari Prancis.
Konsisten di Level Super 500
Juara Dunia Junior 2023 itu mengaku belum puas dengan pencapaiannya saat ini. Setelah meraih dua gelar turnamen level Super 500, Alwi kini mengincar prestasi yang lebih tinggi di level Super 750 dan Super 1000.
Selain menjuarai Australian Open 2026, Alwi sebelumnya juga sukses meraih gelar Super 500 pertamanya pada Macau Open 2025.
“Pastinya ingin juara pada turnamen Super 750 dan Super 1000 karena saya belum bisa mendapat gelar di level itu. Tidak usah dibandingkan dengan pemain seumuran saya karena setiap pemain memiliki perjalanan masing-masing,” ujar Alwi kepada media di Pelatnas Cipayung, Jakarta.
Fokus Menjaga Konsistensi Sepanjang Musim
Alwi menilai performanya di ajang BWF World Tour sudah cukup konsisten. Namun, ia bertekad untuk terus meningkatkan kualitas permainan dan menjaga stabilitas hasil di berbagai turnamen.
Menurutnya, target besar seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games memang menjadi prioritas utama tahun ini. Meski demikian, setiap turnamen tetap mendapat perhatian yang sama dalam persiapannya.
“Saya rasa hasil saya pada BWF World Tour cukup konsisten dan saya berharap bisa terus mempertahankannya. Saya ingin mengejar lebih banyak lagi terlepas dari adanya Kejuaraan Dunia dan Asian Games tahun ini,” kata Alwi.
“Memang target utama ada di sana, tetapi turnamen lainnya juga tetap berjalan. Jadi, setiap ada turnamen saya akan mempersiapkannya secara maksimal.”

Motivasi dari Rekan yang Lebih Dulu Masuk Top 10
Alwi mengungkapkan bahwa keberhasilan rekan-rekannya menembus 10 besar dunia turut menjadi motivasi tambahan baginya. Ia merasa terinspirasi melihat perkembangan pesat pasangan ganda yang mampu mencapai level elite dunia dalam waktu singkat.
“Pastinya saya senang saat melihat Joaquin dan Raymond masuk 10 besar dunia. Saya merinding dan merasakan sesuatu yang luar biasa untuk teman saya sendiri, padahal mereka baru sekitar satu setengah hingga dua tahun berpasangan,” tuturnya.
Gelar Australian Open Jadi Misi Wajib
Masuk ke jajaran 10 besar dunia memang sudah menjadi target pribadi Alwi sejak lama. Karena itu, ia menyadari bahwa menjadi juara Australian Open 2026 merupakan langkah yang harus diwujudkan demi mencapai target tersebut.
Alwi juga mengaku telah menghitung peluangnya untuk menembus dan mempertahankan posisi di peringkat 10 besar. Dengan poin dari Macau Open yang akan segera kadaluarsa, ia merasa tidak memiliki pilihan selain meraih gelar juara di Australia.
“Saya menghitung, kalau ingin masuk top 10 harus sampai sejauh mana. Hasil perhitungan saya menunjukkan harus mencapai final.”
“Namun, untuk mempertahankan posisi top 10 karena poin Macau Open akan hilang pekan depan, saya harus menjadi juara. Jadi, tidak ada pilihan lain selain menjadi juara.”
Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Panggung Dunia
Dengan status baru sebagai pemain 10 besar dunia, Alwi Farhan kini menghadapi tantangan yang lebih besar. Setelah sukses menaklukkan level Super 500, fokus berikutnya adalah meraih gelar di turnamen Super 750 dan Super 1000, sekaligus bersaing di Kejuaraan Dunia serta Asian Games 2026. Konsistensi dan mental juara akan menjadi kunci bagi Alwi untuk terus melangkah menuju level tertinggi bulu tangkis dunia.












