rajagawang.id – Tim bulu tangkis junior Indonesia terus mengintensifkan persiapan menjelang tampil di Kejuaraan Asia Junior 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar simulasi pertandingan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (17/6/2026).
Kejuaraan Asia Junior 2026 menjadi salah satu agenda penting PBSI untuk pembinaan atlet usia muda. Turnamen kategori U-19 tersebut akan berlangsung di Yatsushiro, Kumamoto, Jepang, dengan nomor beregu digelar pada 26–30 Juni 2026 dan nomor perorangan pada 1–5 Juli 2026.
Indonesia Berada di Grup D
Pada ajang ini, Indonesia tergabung di Grup D bersama Malaysia, Korea Selatan, dan Makau. Persaingan diprediksi berlangsung ketat karena ketiga negara tersebut memiliki tradisi kuat dalam pembinaan atlet muda.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, tim Indonesia memanfaatkan simulasi pertandingan sebagai bagian dari pemantapan strategi dan kesiapan mental sebelum berangkat ke Jepang.
Pembagian Tim Garuda dan Rajawali
Sebanyak 20 atlet yang dipanggil untuk memperkuat Indonesia dibagi menjadi dua kelompok, yakni Tim Garuda dan Tim Rajawali.
Generasi kali ini merupakan wajah-wajah baru setelah era atlet seperti Moh Zaki Ubaidillah dan Rinjani Kwinnara Nastine. Meski banyak nama yang masih asing bagi publik, beberapa pemain sudah mulai dikenal penggemar bulu tangkis Indonesia.
Di Tim Garuda terdapat nama-nama seperti Fardhan Rainanda Joe, Jolin Angelia, dan Muhammad Rizki Mubarrok yang menjadi andalan tim. Sementara itu, Tim Rajawali diperkuat oleh Radithya Bayu Wardhana, Mayla Cahya Afilian Pratiwi, dan Selsi Josika.

Hasil Simulasi Pertandingan
Dalam simulasi yang berlangsung di Cipayung, Tim Garuda berhasil unggul atas Tim Rajawali dengan skor 55-36, 52-55, dan 55-54.
Hasil tersebut bukan menjadi fokus utama, melainkan sebagai sarana mengukur kesiapan pemain dalam menghadapi format pertandingan beregu yang berbeda dari biasanya.
Simulasi untuk Adaptasi Format Baru
Manajer tim junior Indonesia, Eskar Denatara, menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan membiasakan para atlet dengan atmosfer pertandingan beregu sekaligus memahami perubahan regulasi yang akan diterapkan pada Kejuaraan Asia Junior 2026.
Menurut Eskar, pertandingan beregu bukanlah situasi yang sering dihadapi para pemain muda. Karena itu, simulasi menjadi sarana penting agar mereka lebih siap menghadapi tekanan kompetisi sebenarnya.
Selain atlet, jajaran pelatih juga dituntut untuk beradaptasi dengan aturan baru, terutama terkait peluang melakukan pergantian pemain pada gim kedua dan ketiga sesuai kebutuhan strategi pertandingan.
Format Beregu Kejuaraan Asia Junior 2026 Berubah
Kejuaraan Asia Junior 2026 kembali menerapkan format baru untuk nomor beregu. Jika pada edisi sebelumnya digunakan sistem relay point hingga maksimal 110 poin, kali ini format yang dipakai masih berbasis relay point namun dengan sistem 55 poin dalam tiga gim.
Setiap gim terdiri dari lima pertandingan yang mencakup:
- Tunggal putra
- Tunggal putri
- Ganda putra
- Ganda putri
- Ganda campuran
Masing-masing pertandingan dimainkan hingga 11 poin tanpa setting. Dengan demikian, total poin yang diperebutkan dalam satu gim adalah 55 poin. Tim yang lebih dahulu memenangkan dua gim akan dinyatakan sebagai pemenang pertandingan.
Fokus Menatap Jepang
Melalui simulasi ini, tim junior Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi persaingan di Jepang. Adaptasi terhadap format baru, peningkatan kerja sama tim, serta kematangan strategi menjadi fokus utama agar Indonesia mampu bersaing dan meraih hasil terbaik pada Kejuaraan Asia Junior 2026.












