rajagawang.id – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, dipastikan akan menjalani debutnya di ajang Kejuaraan Dunia 2026. Kepastian tersebut diumumkan oleh PP PBSI melalui unggahan media sosial pada Senin (22/6) petang WIB.
Atlet berusia 18 tahun itu masuk dalam skuad Indonesia untuk Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung pada 17–23 Agustus 2026 di New Delhi, menggantikan posisi Gregoria Mariska Tunjung.
Kesempatan Emas Menguji Kemampuan di Level Elite
Masuknya Thalita ke dalam tim nasional menjadi peluang besar bagi pemain muda tersebut untuk mengukur kemampuannya di panggung bulu tangkis dunia. Lahir di Surabaya pada 21 September 2007, Thalita bergabung dengan pelatnas pada 2025 setelah sebelumnya memperkuat PB Jaya Raya Jakarta.
Kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia datang seiring meningkatnya pengalaman dan jam terbangnya di level senior sepanjang musim 2026.
Tampil Menjanjikan di Thailand Open 2026
Salah satu penampilan terbaik Thalita musim ini terjadi di ajang Thailand Open 2026. Ia berhasil lolos ke babak utama setelah menyingkirkan wakil Myanmar, Thet Htar Thuzar, serta pemain Taiwan, Chen Su Yu, pada fase kualifikasi.
Perjalanannya di Thailand berakhir pada babak 16 besar. Meski gagal melangkah lebih jauh, Thalita menunjukkan potensi besar dengan memberikan perlawanan sengit kepada unggulan tuan rumah, Ratchanok Intanon. Pertandingan berlangsung hingga rubber game dengan skor 16-21, 21-19, 15-21.

Konsisten Mendapat Kesempatan di Turnamen Internasional
Thalita juga berhasil menembus babak utama Malaysia Masters 2026 setelah melewati fase kualifikasi. Namun langkahnya harus terhenti di babak pertama setelah kalah dari wakil India, Ashmita Chaliha.
Setelah itu, ia kembali mendapat kesempatan tampil di level BWF World Tour Super 300 melalui Macau Open 2026. Sayangnya, langkah Thalita juga berakhir lebih awal pada turnamen tersebut.
Gregoria Mundur dari Pelatnas karena Fokus Pemulihan
Di sisi lain, Gregoria Mariska Tunjung memutuskan mengundurkan diri dari pelatnas PBSI pada pertengahan Mei 2026. Menurut keterangan PBSI, keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatannya yang masih memerlukan perhatian khusus.
Peraih berbagai prestasi internasional itu masih menjalani proses pemulihan akibat gangguan vertigo yang dialaminya dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat Gregoria belum dapat kembali berkompetisi secara maksimal dalam waktu dekat.












